Sunday, March 11, 2018

Oknum Guru Diduga Kerap Main Pukul, Siswa Kelas 2 Akhirnya Meninggal

Tidak ada ratusan ribu guru yang bangkit dan bersatu, teriak untuk minta perlindungan bagi siswa. Tidak ada yang kumpulkan 200 juta untuk keluarga korban. Tidak ada perhatian dari Presiden, Menteri dan Bupati. Hanya satu lagi anak Indonesia yang mati dengan sia-sia. Jawaban standar dari para guru ketika membahas kesalahan satu guru adalah ucapan, “Oknum guru” saja. Beda halnya kalau korban adalah seorang GURU (seperti Pak Budi yang kemarin wafat setelah dipukul siswanya).
Rakyat Indonesia dikasih contoh yang jelas dari banyak guru: Yang penting adalah golongan sendiri. Lalu anak sekolah menjadi dewasa, menjadi polisi, TNI, dokter, pengacara, dsb. dan mereka ikuti petunjuk dari guru sekolahnya: Yang penting adalah golongan sendiri. Keadilan tidak penting, kecuali untuk golongan sendiri!
Kalau masyarakat kita penuh kekerasan, para ahli pendidikan tidak mau tanggapi. Menunggu satu anggota golongan mereka yang menjadi korban, baru peduli sekali. Ketika korbannya seorang anak kecil yang tidak berdosa, reaksinya para guru hanya ucapan “oknum guru” saja.
Kasihan anak Indonesia yang dapat orang dewasa seperti kita!
-Gene Netto

Oknum Guru Diduga Kerap Main Pukul, Siswa Kelas 2 Akhirnya Meninggal
DM1.CO.ID, BOALEMO: Diduga lantaran kerap dipukul oleh gurunya, Ratni Tanani, siswa kelas 2 SD Negeri 05 Botumoito, Kabupaten Boalemo, akhirnya meninggal dunia.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, dugaan penganiayaan yang kerap dilakukan oleh oknum guru tersebut terakhir kembali terjadi pada Kamis (25/1/2018).
Kala itu, oknum guru kontrak ini mengumpulkan 7 siswa untuk diberi sanksi lantaran tidak mengerjakan tugas PR (Pekerjaan Rumah), dan Ratni Tanani yang berusia 8 tahun itu adalah salah satunya. Menurut keterangan dari berbagai sumber, oknum ibu guru itu setiap memberi hukuman kepada siswanya selalu menggunakan sebilah kayu.








No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...