Monday, February 12, 2018

Tawuran Antar-Remaja di Ciracas, Pelajar SD dan SMP Tewas

Kalau ada anak2 yang pernah MEMBUNUH anak lain dalam tawuran, dan tidak ditangkap polisi (tidak ditemukan), apa kira-kira mereka akan “takut” memukul gurunya di sekolah? Secara logis, tidak mungkin takut. Sudah pernah bunuh orang!

Saya tidak heran ada makin banyak guru yang dipukul. Dan tidak heran ada seorang rekan guru yang wafat. Saya heran karena “baru satu” yang wafat.
Hampir setiap hari ada berita ttg anak yang mati dalam tawuran. Berarti jumlah anak yang membunuh anak lain BERTAMBAH SATU setiap hari. Banyak yg tidak ditangkap (dari berita yang saya pantau). Ada anak lain yang minum miras atau narkoba di pagi hari, lalu masuk sekolah. Lalu ada satu guru yg menyinggung perasaannya…

Ibaratnya jalan sudah seperti “zona perang” maka secara logis, tidak mungkin perang itu akan berhenti pada pagar sekolah. Kalau tidak mau melihat makin banyak korban jatuh, sudah saatnya semua guru, siswa dan orang tua bersatu, sadari ada masalah kekerasan yang sangat serius di tengah masyarakat, dan saling mendukung untuk mencari solusi jangka panjang. Kalau tidak mau bersatu, tunggu saja korban berikutnya.
-Gene Netto


Tawuran Antar-Remaja di Ciracas, Pelajar SD dan SMP Tewas

Stanly Ravel, Kompas.com - 11/02/2018, JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Ciracas, Jakarta Timur, dikagetkan dengan tawuran antar remaja pada pukul 03:00 WIB, Minggu (11/2/2018). Dua orang remaja berinisial DK (14) yang merupakan pelajar kelas II SMP Widya Manggala dan MR, pelajar SDN 09 Susukan, meninggal dunia setelah mendapatkan sejumlah luka tusukan.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...