Saturday, February 17, 2018

Guru SMP di Jombang Cabuli 25 Murid Perempuan

Setiap kali ada berita seperti ini, saya tidak diizinkan post di group guru, karena 50 ribu guru yang berkumpul di sana hanya menjadi marah dan menghujat saya. Mereka merasa sebagai guru yg ramah, dekat siswa, dan tidak pernah ada kejadian spt itu di sekolah2 mereka. Jadi hanya "oknum guru" saja, dan tidak perlu dibahas. Tidak ada pelajaran apapun bagi mereka dari banyaknya berita seperti ini. Dibahas saja tidak mau.

Yang paling menyedihkan adalah dalam setiap buah berita, yang sekarang muncul hampir setiap hari, tidak pernah ada kejadian di mana siswa cari perlindungan dan pertolongan dari GURU YG LAIN. Menjadi korban berbulan2, bahkan bertahun2, dan tidak melihat guru lain sebagai pelindung atau penyelamat.

Dan guru2 yang berkumpul dalam group online untuk membahas kemajuan dunia pendidikan mungkin menjadi sakit leher karena begitu cepat buang mukanya agar tidak perlu melihat atau tahu ttg penderitaan siswa-siswi yang menjadi korban kekerasan seks dari gurunya di sekolah. Apa yang perlu terjadi sebelum 3 juta guru di Indonesia mau peduli pada masalah ini, dan pastikan setiap sekolah adalah zona aman bagi siswa?
-Gene Netto


Guru SMP di Jombang Cabuli 25 Murid Perempuan
Kompas.com - 15/02/2018, JOMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak 25 murid SMPN 6 Jombang, Jawa Timur, dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri. Kepolisian Resort Jombang masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.  Berdasarkan laporan sementara, terdapat sedikitnya 25 anak dari SMPN 6 Jombang yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru di sekolah tersebut. "Kami dapat laporan dua puluh lima (korban)," ujar Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto.
Untuk memuluskan aksinya, pelaku yang merupakan guru berstatus PNS pindahan dari sekolah lain tersebut menggunakan metode rukiah. "Katanya sih rukiah. Tapi yang di-rukiah kok ya hanya perempuan saja," ujar Kepala SMPN 6 Jombang Suprayitno.


1 comment:

  1. Siswa mau dicabuli karena bisa jadi diancam nilai dan tidak naik kelas oleh guru, hal ini mungkin bisa dicegah dengan cara memisahkan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan, dan pengajar juga dibedakan, kelas laki-laki diajar oleh guru laki-laki dan kelas perempuan diajar oleh guru perempuan

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...