Thursday, January 25, 2018

Contoh Kehidupan Gaya Rasulullah SAW Ada Di Mana?



Assalamu’alaikum wr.wb., Ada yang bertanya, “Apa yang salah dengan Islam di masyarakat Indonesia sehingga beberapa mualaf menjadi murtad kembali?” Yang jelas, seperti selalu saya jelaskan, mereka masuk Islam dan mengira umat Islam (mayoritasnya) akan hidup di sini spt contoh Nabi SAW yang mereka tahu dari buku saja. (Kita membahas muallaf yg orang asing, yang datang ke sini utk mencari kehidupan seperti contoh idaman itu). Ada teori ttg bagaimana seorang Muslim akan hidup bermasyarakat. Dan di sini, mereka mengira akan melihat prakteknya. Ternyata tidak. Saya kasih beberapa contoh dari teman yang pergi ke negara lain, sebagai bandingan dengan Indonesia.

Teman saya ke Jepang, dari Indonesia. Dia ke tempat turis. Lalu kaget. Kok tidak ada sampah sama sekali. Ketika sadar atas hal itu, dia sengaja mencari sampah spt botol aqua, kantong plastik, bungkusan makanan dll. Tapi gagal. Ada seorang ibu, yang habis makan, tidak melihat tempat sampah, jadi semua sampahnya ditaruh kembali di tasnya, dan dibawa sambil mencari tempat sampah. Beda dengan banyak ibu di sini.

Ada teman ke Korea Utara, dan saksikan bahwa jalan di ibu kota super bersih, debu pun tidak ada, dan sedang dibersihkan. Pakai penerjemah, dia tanya ke ibu yang sedang membersihkan jalan ttg kenapa jalan begitu bersih, dan dia ceritakan kondisi jalan umum di Indonesia, dan sikap umum kebanyakan orang buang sampah di mana2. Ibu Korea Utara itu kaget, dan bertanya, "Apa orang Indonesia tidak peduli pada negaranya?" Bagi ibu itu, sikap kebanyakan rakyat di sini adalah bukti bahwa nasionalisme hanya isapan jempol. Kalau peduli pada negara, mana mungkin mau dikotori? Ternyata di Indonesia, nasionalisme saja tidak ada hubungan dengan kebersihan. Apalagi Islam dan kebersihan.

Teman Indonesia di Australia mengaku kaget. Dompetnya hilang di jalan. Dia datang ke kantor polisi, utk lapor, karena butuh surat laporan itu utk dapatkan kartu2 yang hilang dgn dompetnya. Betapa kagetnya, dompetnya ada di kantor polisi itu, dan isinya lengkap. Ajaib sekali katanya. Kok orang kafir tidak mau mencuri dari orang yang alami musibah (kehilangan dompet)? Dan ada banyak sekali kisah yang lain. Mau berapa ratus?

Seandainya umat Islam ingin merenung.... Tapi lebih umum salahkan pihak lain daripada introspeksi. Gara2 Penjajahan Belanda. Konspirasi Yahudi dan Amerika. Soeharto dan Orde Baru. Orang kafir di belakang semuanya! Dan seterusnya. Tidak suka bertanya ttg kenapa kita kesulitan bangun masyarakat berkualitas. Padahal sesudah Perang Dunia II, Singapura rusak dan bankrut, Malaysia juga sama, Jepang hancur dibom, bahkan dgn bom nuklir, dan Jerman lebih hancur lagi karena banyak kota besar di seluruh negara dibom sampai tidak ada sisanya. Dan setelah waktu 70 tahun, tinggal Indonesia sendiri yang masih setengah hancur, sulit bangun apa2 yang berkualitas, dan sibuk menyalahkan semua orang lain atas kondisi negara.... Kenapa ya?

Semoga bermanfaat bagi teman2 Muslim yang ingin merenung.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

2 comments:

  1. Salam..
    Kebetulan saya sudah tinggal lebih dari 10 tahun di negara arab. Saya juga sering kali melakukan perenungan akan kondisi muslim di dunia hanya sesuai dengan kapasitas saya yang ibu rt.
    Di negara arab tempat saya tinggal, orang orang membuang sampah juga sembarangan padahal mereka taat pada hukum islam dan tahu bahwa kebersihan adalah sebagian drpd iman. Saya sering mengingatkan orang orang di sekitar saya untuk mengumpulkan sampah setelah piknik dan membawanya pulang atau dibuang di tempat sampah diperjalanan pulang, tp sebagian besar dr mereka tersenyum dan menganggap hal itu tidak penting.
    Saya juga bertanya dalam hati kenapa muslim dengan semua petunjuk dan kejelasan aturan dalam setiap detail kehidupan masih belum bisa menjalankannya dengan benar.
    Tapi satu hal yang membuat saya bangga sebagai muslim adalah bahwa dibalik semua kecerobohan kita sebagai insan manusia, kita mempunyai iman dan kepercayaan yang besar kepada Allah SWT. Sedangkan orang-orang di negara maju, memang negara mereka bersih, rapi dengan segala kemajuan dan kecerdasan mereka tapi mereka tidak mendapatkan hidayah Allah tentang keimanan, terbukti dengan kebebasan cara hidup mereka, dan yang paling saya tidak suka adalah dilegalkannya pernikahan sejenis. Audzubillah..
    Tapi sayangnya, negara negara muslim seperti kita yang seharusnya bangga dan kemudian membuktikan diri bahwa kita lebih baik daripada mereka, berbondong bondong mengikuti cara hidup mereka (sayangnya yang negatifnya) dan jadilah di Indonesia sekarang yang notabene negara dg jumlah muslim terbanyak, anak muda terlalu bebas bergaul dan banyak melakukan hubungan terlarang diluar nikah sehingga pembuangan bayi tak berdosa banyak kita temui.
    Masalah bangsa memang terlalu pelik, ada orang yang menerima tantangan itu dan bertekat untuk mengubahnya seperti anda (May Allah bless you..) dan ada yang sudah tidak sanggup bertahan dan lebih baik menghindarinya seperti saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Memang perlu dipikirkan ttg kondisi umat islam secara global. Tapi kebanyakan orang muslim di Indonesia sibuk memikirkan diri sendiri, dan memuji diri sendiri, jadi tidak mau mencari wawasan. Itu sebabnya saya menulis dan bicara terus, agar bisa bangunkan mereka dari dunia mimpi dan mendorong mereka untuk menjadi pemimpin dunia. Semoga bisa.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...