Tuesday, December 05, 2017

Usai Ujian, 700 Bocah SD dan Guru Diboyong ke Rumah Sakit

Hampir setiap minggu ada berita seperti ini. Dari berbagai daerah. Kebersihan tidak penting, hanya uang dan penjualan yang penting. (Seandainya di sini ada sebuah umat yang Nabi-nya mendidik tentang kebersihan!) Kalau penjual punya makanan busuk, cukup dijual saja secepatnya, agar uang masuk kantong. Kalau konsumen jatuh sakit, tidak perlu khawatir. Tidak akan terjadi apa-apa pada penjual. Tidak ada beritanya izin operasional tempat makan dicabut, apalagi penjual makanan kena hukuman serius. 
 
Jatuh sakit di sekolah? Nasib. Takdir. Sakit menghapus dosa. Kesehatan tidak penting. Bahkan bagi anak SD. Uang yang penting. Penjualan yang penting. Dan tentu saja kita boleh tenang. Bukan anaknya pejabat atau orang elit yang keracunan. Jadi bukan urusan kita. Tidak perlu kita peduli pada nasib anak tetangga. Persatuan hanya sebuah slogan kosong saja utk 17 Augustus… Belanda sudah pergi. Jadi sekarang ada kesempatan bagi rakyat lokal untuk merusak kesehatan anak Indonesia! Merdeka!
-Gene Netto  

Usai Ujian, Ratusan Bocah SD dan Guru Diboyong ke Rumah Sakit
Liputan6.com, Palu - Sebanyak 700 murid dan guru sekolah dasar di Palu keracunan makanan. Peristiwa ini terjadi di SD IT Al Fahmi yang beralamat Jalan Gelatik, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pada Senin, 4 Desember 2017. "Kami mengalami mual disertai muntah setelah menyantap makanan nasi goreng katering,” keluh salah seorang korban, Nursehan, yang merupakan pengajar di SD Al Fahmi.

Menurut keterangannya, peristiwa itu terjadi pukul 09.00 Wita setelah ujian sekolah berlangsung. Para guru dan murid dihidangkan makanan katering yang telah dipesan sebelumnya.Mendengar kabar keracunan ini, tim dari BPOM mendatangi SD IT Al Fahmi untuk mengambil sampel berupa nasi goreng yang disediakan pihak sekolah untuk diteliti.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...