Monday, December 18, 2017

Perempuan Menolak Ucapan Cinta, Diperkosa, Dibunuh, Diperkosa Lagi



Seorang anak perempuan, S (18) menolak ucapan cinta dari seorang kenalan pria ER (17). Apa boleh buat? Pria itu tidak bisa terima penolakan dgn ikhlas, jadi korban diperkosa. Ada dua teman pria dari ER yang hadir. Apa boleh buat? Daripada telfon polisi, atau cari bantuan, atau berusaha selamatkan korban, mereka bantu memegang korban ketika diperkosa. Tapi korban berani melawan saat diperkosa! Apa boleh buat? Harus dibunuh! Kepala korban dibenturkan ke batu. Dan setelah tewas, diperkosa lagi. Pelaku jadi bingung. Apa boleh buat? Dia hubungi teman pria satu lagi, dan minta bantuan sembunyikan mayat. Jadi di lokasi itu ada 4 pria, dan mayat perempuan yang sudah diperkosa, sebelum dan sesudah wafat. Apa boleh buat? Mayat korban ditenggelamkan di dalam sungai, dan tetap di situ selama 2 minggu sampai akhirnya ditemukan. Mau katakan apa?

Setiap hari ada berita ttg anak laki-laki di Indonesia yang melakukan pemerkosaan, pemerkosaan bergilir, sodomi, dan pembunuhan, terhadap anak yang lain. Semua pelaku ini muncul dari mana?? Mereka punya orang tua seperti apa? Guru sekolahnya? Guru agamanya? Om dan tante, kakek dan nenek? Sepupu? Teman? Tetangga? Kok bisa begitu banyak anak melakukan kekerasan terhadap anak lain, tanpa rasa empati? Semua anak Indonesia yang menjadi pelaku ini muncul dari mana?

Selalu dikatakan ini “negara timur”. Setiap hari cium tangan guru dan orang tua, karena sopan dan santun, menghormati orang tua, belajar agama, tidak kafir, dan tidak ateis, apalagi komunis. Hidup dalam masyarakat yang santun, sopan, mulia, dan punya adat timur yang mulia! Wajar kalau selalu dibanggakan!  Tapi sangat bertentangan antara kemuliaan negara timur yang sering diucapkan di sini, dan realitas di lapangan di mana banyak sekali anak Indonesia lebih mirip binatang, bahkan lebih buruk lagi. Banyak anak laki-laki hanya lihat perempuan sebagai obyek seks, dan tidak ada keinginan untuk menghormatinya. Apa yang sedang terjadi di Indonesia? Dan siapa yang akan melindungi anak Indonesia dari kebiadaban anak Indonesia?
-Gene Netto

Biadabnya Pembunuhan di Serang, Korban Sudah Mati Masih Diperkosa
Jumat 15 Desember 2017, Bahtiar Rifa'i – detikNews, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap setelah jenazah korban, S (18), ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal, Serang. Keempat pelaku adalah ER (17), DS (23), R (30), dan RD (30). Saat bertemu, pelaku ER kemudian menyampaikan rasa cintanya kepada korban. Karena sakit hati ditolak, pelaku kemudian menarik korban di pinggir Sungai Cibongor kemudian memperkosanya, membunuhnya, dan memperkosa mayatnya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...