Monday, December 18, 2017

Murid SD Belajar di Bekas Kandang Kerbau, Bupati Ini Gerah



Sangat menyedihkan melihat seorang pemimpin seperti ini. Daripada datangi lokasi dan periksa sendiri setelah menjadi berita, dia malah panggil anak kecil yang berani menulis surat terbuka ttg kondisi sekolah, interogasi anak itu, dan akhirnya bertanya, “LALU MAUNYA APA?” Astaga.
Ibaratnya melihat anak yang jatuh ke sungai setelah jembatan rapuh milik pemda ambruk, masa seorang bupati bertanya kepada anak yang sedang tenggelam di sungai, “Maunya apa?!”
Dengan kualitas pemimpin seperti ini, bagaimana Indonesia bisa menjadi negara maju? Mengurus bangunan SD tidak sanggup. Dan daripada menghargai anak kecil yang berani dan proaktif, malah tanggapi sebagai serangan dan tanya “maunya apa?” Kasihan anak Indonesia dapat orang dewasa seperti kita dan pemimpin seperti itu. Coba lihat videonya.
-Gene Netto

Murid SD Belajar di Bekas Kandang Kerbau, Bupati Ini Gerah
Selasa, 5 Desember 2017 Videografer: Darma Wijaya, Editor: Ngarto Februana,
TEMPO.CO, Serang - Merasa gerah atas pemberitaan dan viralnya video yang berisi pernyataan murid sekolah dasar, Bupati Serang, Tatu Chasanah, Senin pagi, 4 Desember 2017, memanggil murid SD tersebut. Sebelumnya, murid Sekolah Dasar Negeri Sadah, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan kondisi belajar mereka yang memanfaatkan bekas kandang kerbau.
Bupati Serang, Tatu Chasanah, memanggil murid-murid SD Sadah dan pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Serang Banten. Di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Serang, perwakilan pihak sekolah dan orang tua wali murid, Bupati Serang memberondongkan pertanyaan kepada Devi Marsa, dan temannya, murid Kelas 6 SD Negeri Sadah, terkait aktivitas belajar di bangunan bekas kandang kerbau.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...