Wednesday, November 29, 2017

Pelajar Kelas 5 SD Meninggal Akibat Dipukuli Temannya Saat Akan Main Sepak Bola



Sudah berapa banyak anak Indonesia yang mati dengan sia-sia pada tahun ini? Ada yang hitung? Mungkin tidak. Mereka bukan anaknya orang elit, jadi tidak ada yang peduli. Di seluruh negara ada berita tawuran, duel, dan KDRT. Setiap hari di tivi ada berita pembunuhan yang tampilkan mayat, dan disaksikan oleh anak (jam tayang berita sadis tidak dibatasi spt di negara barat, jadi anak di sini bebas nonton). Di jalan banyak orang terlihat cepat marah dan mengancam. Tapi di saat yg sama, banyak orang Indonesia sibuk banggakan diri sebagai anggota “negara timur” yang penuh kesantunan, kesopanan, dan kehalusan. Mungkin sebelum anak SD bunuh anak SD, dia “permisi” dulu, karena dididik utk menjadi sopan! (“Mohon maaf, permisi deh, mau bunuh dikit2, maaf ya deh!”) Syukur kl anak Indonesia bisa ingat untuk bersikap sopan pada saat membunuh anak lain!

Kapan rakyat Indonesia akan bangun dari dunia mimpi, dan sadari betapa luas masalahnya kekerasan terhadap anak di seluruh negara? Berapa banyak anak harus mati dengan sia-sia setiap tahun, sebelum orang dewasa dan para pemimpin menjadi sadar? Kapan mau bersatu untuk mencari solusi berbasis pendidikan akhlak? Kurikulum sudah berat, ujian sekolah banyak, guru sudah pusing, dan kematian anak, pemerkosaan, sodomi dan pencabulan tetap meningkat. Anak siapa yang harus dibunuh agar bisa terjadi perubahan di sini?
-Gene Netto

Pelajar Kelas 5 SD Meninggal Akibat Dipukuli Temannya Saat Akan Main Sepak Bola
Sabtu, 25 November 2017 TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Akibat dipukul pada bagian ulu hati, bagian kemaluannya, hidung, dan leher, seorang siswa SD di Banjaran, AM (11) meninggal dunia, Sabtu (25/11/2017). Pemukulan itu diduga dilakukan oleh temannya sendiri yang berinisial AR (11). "Tiba-tiba pelaku menghampiri korban dan menantang untuk berkelahi. Sementara korban menyatakan tidak berani bahkan sempat meminta maaf kepada pelaku. Namun pernyataan korban tidak ditanggapi oleh pelaku. Pelaku malah memukul korban kearah ulu hati sebanyak satu kali," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus. Selanjutnya pelaku menendang kemaluan korban, memukul kearah ulu hati kembali hingga korban pun jatuh tersungkur. Pada kondisi terjatuh, korban ditekan dadanya menggunakan lutut kanan pelaku, kemudian memukul lagi kearah leher korban sebanyak tiga kali dan pelaku mengepalkan tangannya kearah hidung korban.
http://jabar.tribunnews.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...