Sunday, October 22, 2017

Rekor Baru Di Indonesia!!


Anak-anak Indonesia makin berprestasi! Ada rekor baru di dunia pemerkosaan bergilir, dari 28 pemuda dan remaja yang bersedia berdiri lama dengan sabar dan ikhlas untuk dapat kesempatan memperkosa seorang anak usia 13 tahun. Rekor sebelumnya adalah siswi SMP yang diperkosa bergilir oleh hanya 14 laki-laki, di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Tapi sekarang sudah ada pemegang rekor baru. Disebabkan binaan berkualitas dari orang tua, pendidikan berkualitas dari guru sekolah, ilmu agama yang tinggi dari para ahli agama, dan kepedulian tinggi dari saudara dan tetangga yang mulia, anak-anak ini sudah belajar untuk bersabar dan antrian dengan tertib dan tenang. Mereka saling menghormati satu sama lain, dan menunggu dengan baik sampai saatnya dapat hak untuk maju dan memperkosa anak perempuan itu. Setiap senin pagi ada latihan baris-berbaris di sekolah, jadi mereka sudah terlatih untuk berbaris lama dan menunggu dengan sabar. Kali ini bukan utk hormati bendera, tapi untuk menghargai dan mehgormati teman mereka yang menyediakan seorang anak perempuan untuk diperkosa.
Syukur, bukan anaknya orang elit yang diperkosa jadi kita boleh tenang. Cukup kita ucapkan mantra nasional Indonesia, “Memprihatinkan ya!” lalu berita ini boleh dilupakan. Dan bukan anak saya yg diperkosa, jadi bukan urusan saya.
-Gene Netto

Digilir 28 Remaja, Begini Kronologi Pemerkosaan Siswi Kelas 1 SMP di Walenrang (Luwu, Sulawesi Selatan)
Sabtu, 21 Oktober 2017 Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad, TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, masih dikejar polisi. Dari 28 pelaku pencabulan, 14 di antaranya telah diciduk polisi. 
Masing - masing inisial AL (21), DA (18), RE (18), BD (21), UC (30), RA (22), PU (19), DA (24). TA (15), SU (13), AL (16), IL (16), SL (15), dan RA (15), warga Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang. Dari 14 pelaku, enam di antaranya berstatus pelajar SMP.
Kapolsek Walenrang AKP Rafli menyebutkan, kasus tersebut terjadi pada Juni 2017 dan baru dilaporkan pada 11 Oktober 2017. Korban berinisial SN (13) siswi kelas 1 SMP, warga Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, didampingi keluarganya datang melapor ke Polsek Walenrang.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...