Tuesday, September 05, 2017

Ketua Yayasan Pemerhati Anak Ditangkap karena Cabuli 4 Bocah Laki-laki



Dimulai dari tahun 2007, dan baru ketahuan sekarang… Yang baru lapor, hanya 4 anak. Mungkin nanti lebih banyak. Di negara ini ada dinas sosial, guru sekolah, polisi, dan semuanya gagal melindungi anak yang lemah. Yang punya wewenang terhadap panti asuhan tidak aktif memeriksa. Yang berinteraksi dgn anak sehari2 spt guru tidak aktif memantau keadaannya. Polisi menunggu laporan dulu, baru investigasi. Berapa banyak orang dewasa berinteraksi dengan korban bertahun2 tapi tidak memastikan korban yang yatim dan dhuafa hidup dalam keadaan baik? Semua orang sibuk memikirkan diri sendiri. Dan setelah ada berita ttg korban, baru kita ucapkan mantra nasional, “Memprihatinkan ya!” dan kembali fokus pada diri sendiri. Anak siapa yang perlu dicabuli agar para pemimpin akan fokus pada masalah kekerasan terhadap anak di seluruh negara?
-Gene Netto

Ketua Yayasan Pemerhati Anak Ditangkap karena Cabuli 4 Bocah Laki-laki
Kontributor Bali, Robinson Gamar, Kompas.com - 04/09/2017,
DENPASAR, KOMPAS.com - Jajaran Reskrimum Polda Bali menangkap seorang pria berinisial NS (47), ketua salah satu yayasan pemerhati anak di Bali. Dia ditangkap karena mencabuli 4 orang anak. Keempat anak berinisial M, K, K dan R tidak lain adalah anak-anak yang ditampung di yayasan tersebut. "Seluruh korban adalah laki-laki. Peristiwa terjadi saat korban masih berusia di bawah 15 tahun," kata Kasubdit 4 Reskrimum Polda Bali, AKBP Sang Ayu Putu Alit Saparini, Senin (4/8/2017). Dijelaskan Sang Ayu, NS melancarkan aksinya sejak tahun 2007 sampai 2016.

NS mengimingi korban dengan sejumlah barang dan uang. Mulai dari baju kaos, ponsel sampai televisi. Sebagai pemilik yayasan, NS juga mengancam korban. Jika tidak melayani keinginan ND, maka korban akan dikeluarkan dari yayasan dan tidak diberi uang jajan. Yayasan pendidikan yang dipimpin NS beroperasi di wilayah Singaraja, Karangasem dan Gianyar. Tidak hanya saat mengunjungi yayasan, NS bahkan sering mengajak korban ke penginapan. Setiap NS mengunjungi yayasan, para korban ini dipaksa melayani nafsu bejatnya. Mulai dari dipaksa oral sex sampai sodomi.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...