Tuesday, September 05, 2017

Dikatai Guru Sebagai Anak Miskin yang Hidup di Kandang Sapi, Keko Minum Racun Rumput



Orang tua dan guru punya kesempatan yang sama. Ketika bicara dgn anak kecil, bisa berikan motivasi, wawasan dan ilmu yang tinggi, atau juga bisa berikan “pukulan” berat yang hancurkan jiwa dan patahkan semangat. Tidak perlu memukul secara fisik. Suara saja sudah cukup utk hancurkan hati seorang anak. Orang yang tidak layak menjadi guru perlu dicari, disaring dan dikeluarkan dari profesi guru karena merusak sistem pendidikan. Kalau tidak sanggup menahan emosi dan kemarahan, jangan menjadi guru. Kalau tidak mau belajar ttg psikologi anak, jangan menjadi guru.
-Gene Netto

Dikatai Guru Sebagai Anak Miskin yang Hidup di Kandang Sapi, Keko Minum Racun Rumput
Jumat, 1 September 2017 TRIBUNNEWS.COM, LEWOLEBA - Siswa SMP Negeri 1 Atap Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Felisianus Keko (16), nyaris mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak obat pembasmi rumput. Korban melakukan aksinya itu karena tak mampu menanggung malu atas hinaan ibu gurunya, BB, saat pelajaran Bahasa Indonesia.
Pada Kamis (31/8/2017), saat pelajaran baru dimulai, BB langsung memarahi Keko habis-habisan. Keko dikatai sebagai orang miskin, hidup di rumah seperti kandang dan pelbagai hujatan lainnya. Keko menunduk malu. Ia tidak menjawab sepatah kata pun. Setelah pulang, Keko minum obat pembasmi rumput. Keko sempat memuntahkannya, namun sebagian racun itu telanjur ditelan, sehingga Keko langsung jatuh. Orang tua Keko langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba. Hingga Jumat (1/9/2017) siang, Keko masih dirawat intensif di rumah sakit tersebut.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...